Adab-adab mesjid berdasarkan AlQur’an dan Sunnah

Allah Azza wa Jalla berfirman dalam surat AtTaubah:18

{ إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ }

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apapun) kecuali Allah, maka mudah-mudahan mereka termaksud orang yang mendapatkan petunjuk.”

Seorang ciri dari muslim yang beriman mereka adalah orang-orang yang senantiasa memakmurkan mesjid dengan memperhatikan adab-adabnya sebagaimana diajarkan didalam alQur’an dan sunnah.

Berikut ini adalah adab-adab mesjid yang perlu diperhatikan :

Continue reading

Advertisements

Kisah pemberontakan Ulama-ulama Andalus terhadap Khalifah Hakam bin Hisyam.

Ini adalah kisah nyata yang dikisahkan oleh imam AdzDzahabi didalam kitabnya Siyar ‘alaminNubalaa. Masa Hakam bin Hisyam Zus 8. hal. 255-257

 قلت: وكثرت العلماء بالاندلس في دولته، حتى قيل: إنه كان بقرطبة أربعة آلاف متقلس متزيين بزي العلماء، فلما أراد الله فناءهم، عز عليهم انتهاك الحكم للحرمات، وائتمروا ليخعلوه، ثم جيشوا لقتاله، وجرت بالاندلس فتنة عظيمة على الاسلام Continue reading

Sikap Ibnu Taimiyyah tentang perlawanan terhadap penguasa yang zholim???(1)

images

Banyak kita lihat dan kita dengar banyaknya penguasa-penguasa yang hidup diantara kaum muslimin mereka  berbuat zhalim kepada Allah dan zhalim pula kepada muslimin .

berikut ini adalah kutipan dari perkataan syeikhul Islam ibnu taimiyyah Rahimahullah tentang perlawanan terhadap penguasa yang zhalim,

Berkata Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah didalam kitabnya Minhajussunnah 4/313-317 :

قل من خرج على إمام ذي سلطان إلا كان ما تولد على فعله من الشر أعظم مما تولد من الخير فلا أقاموا دينا ولا أبقوا دنيا والله تعالى لا يأمر بأمر لا يحصل به صلاح الدين ولا صلاح الدنيا وإن كان فاعل ذلك من أولياء الله المتقين ومن أهل الجنة فليسوا أفضل من علي وعائشة وطلحة والزبير وغيرهم ومع هذا لم يحمدوا ما فعلوه من القتال وهم أعظم قدرا عند الله وأحسن نية من غيرهم وكذلك أهل الحرة كان فيهم من أهل العلم والدين خلق وكذلك Continue reading

Cara Melayani Tamu berdasarkan AlQur’an

Dienul Islam sangat menekankan kepada umat muslim untuk memperhatikan hal yang penting ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

 “barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tamunya”(Muttaffaq ‘alihi)

 Dan termaksud manhaj shahabat dan para salafus shalih adalah berakhlaq mulia dan memuliakan tamu, Allah Azza wa Jalla berfirman dalam surat AlHasr : 9 : Continue reading

Kiat-kiat memiliki Anak Shalih menurut AlQur’an.

Bagi setiap orang tua, anak merupakan salah satu dari nikmat dan perhiasan dunia yang paling berharga, sebagaimana Allah berfirman :

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَوَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ

“dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak : QS: Ali Imran : 14”

Bagi orang tua anak lebih berharga dari harta dan segalanya didunia ini… bahkan banyak orang tua masuk neraka karena anak, kerena terlampau cintanya kepada anak. oleh karena Allah swt berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“wahai orang-orang yang beriman janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikanmu dari mengingat Allah.: Almunafiqun : 9”

Dan banyak anak masuk neraka karena orang tua, yaitu karena durhakanya anak itu kepada orang tuanya. Oleh Karena itu Allah berfirman :وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا

“Dan kami wasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya : AlAhqhaf : 15”

Demikianlah AlQur’an  apabila yang dibicarakan berkaitan dengan orang tua maka agar janganlah melalaikan. Janganlah terfitnah oleh anak

Dan apabila yang berkaitan adalah anak maka diperintahkan agar berbuat baik kepada orang tua.

Tidak pernah dibalik, misalnya orang tua agar berbuat baik kepada anak atau anak jangan terlampau cinta kepada orang tua,

kenapa?? Karena pada umumnya orang tua terlampau cinta kepada anak dan pada umumnya anak durhaka kepada orang tua.

Oleh karena itu alQur’an mengajarkan kepada kita secara inti dan global, bagaimana kiat-kiat agar mendapatkan kebahagiaan didunia dan akhirat, yaitu memiliki anak yang shalih :

Pertama : berdoa

 Sebagaimana doa nabi zakaria : (رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ)

“Wahai tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisimu..” QS: Ali Imran :38)

Doa nabi ibrahim : (رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ ) Ya Allahkaruniakanlah kepadaku (seorang anak) yang termaksud dari anaka yang shalih.” QS: Shaffat :100

Dan doa Hamba-hamba Allah ArRahman yang terdapat didalam surat alFurqon : 74

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ

“Ya Allah anugrahkanlah kepada kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami..”

Kedua : orang tuanya harus shalih

 Anak shalih kebanyakan lahir dari orang tua yang shalih

Sebagaimana firman Allah dalam surat alkahfi ayat 80-81 :

وَأَمَّا الْغُلَامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَنْ يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا (80) فَأَرَدْنَا أَنْ يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِنْهُ زَكَاةً وَأَقْرَبَ رُحْمًا (81)

“dan adapun anak itu, kedua orang tuanya mukmin dan kami khawatir, kalau dia akan memaksa kedua orang tuanya kepada kesesatan dan kekafiran,  kemudian kami menghendaki, sekiranya tuhan mereka(kedua orang tua itu) menggantikan dengan seorang anak yang lebih baik kesuciannya dan lebih sayang (kepada kedua orang tuanya) keduanya.”

Allah menggatikan anak yang kelak akan durhaka ini, dengan anak yang kelak menjadi anak yang shalih karena keshalihan kedua orang tuanya.

Ketiga : pokok terpenting dari keshalihan anak adalah ibu.

Nabi Nuh adalah orang yang shalih, akan tetapi anaknya kok ngak shalih kenapa???

Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam QS : AtTahrim : 10 :

ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا . (10)

“Allah memberi perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri nabi Nuh dan Luth. Keduanya berada dibawah pengawasan kedua hamba shalih diantara hamba kami ; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu  mereka sdiktpun dari (azab) Allah….”

Istrinya nabi nuh tidak shalih.

Sebagimana pepatah “ الأم مدرسة أولى“ ibu adalah sekolah yang pertama

Allah swt berfirman :

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ

“Istri-istri kalian adalah ladang kalian..QS: AlBaqorah :223”

Bagaimanapun baiknya benih,  jika ladangnya atau tanahnya tidak baik maka sulit dan tidak mungkin mendapatkan hasil atau panen yang baik.

Allah SWt berfirman dalam surat Al’Araf : 58:

وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ وَالَّذِي خَبُثَ لَا يَخْرُجُ إِلَّا نَكِدًا كَذَلِكَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُونَ

“Tanah yang baik , tanaman-tanamannya akan tumbuh subur dengan izin tuhan dan tanah yang buruk tanamannya akan tumbuh merana..”

Oleh karena itu carilah istri yang shalihah yang kelak menjadi ibu dari anak-anak kita.

Kiat yang ke-Empat : utamakanlah mendidik anak dengan apa-apa yang diinginkan oleh Allah, seperti tauhid dan shalat.

karena jika anak sudah taat kepada Allah, niscaya dia pasti akan taat kepada kedua orang tuanya

Sebagaimana hamba Allah yang shalih, Luqman Hakim mengajarkan anaknya pertama kali dalam QS Luqman : 13 :

يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Wahai anakku, janganlah berbuat syirik kepada Allah, sesungguhnya syirik merupakan kezholiman yang sangat besar.”

Kemudian beliau mengajarkan tentang ilmunya Allah  yang sangat luas agar anaknya menjadi anak yang selalu Muroqobah (merasa diawasi) dalam QS Luqman ayat 16 :

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

“Wahai anakku! Sungguh jika ada seberat biji sawi(perbuatan), dan berada didalam satu batu atau dilangit atau dibumi, niscaya Allah akan memberikan balasan dengannya (perbuatan itu), sesungguhnya Allah maha halus, maha teliti.”

Kemudian beliau memerintahkan shalat dan perintah-perintah Allah yang lainnya.. Allah berfirman :

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ

“Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang ma’ruf dan cegahlah (mereka) dari yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu…(Luqman :17)

Allah Azza wa Jalla berfirman dalam QS : Taha : 132 :

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ

“dan perintahkanlah keluargamu untuk melaksanakan shalat..”

Semoga Allah menganugrahkan kita anak yang shalih.

Jakarta . 28 Juli 2013/ Abu Rafah AlBatawi

SMS dari Seorang Syiah Rhafidhoh

SMS Dusta dari seorang Rhofidhi(Syiah) Indonesia

 Seorang Syiah rafidhoh Indonesia menyebarkan Sms dengan Kebohongan seperti dibawah ini

{Shahih hadist melarang bersedekap …Shahih bukhori Jilid 4, kitab 56 No. 664, Aisyah Ummul Mukminin berkata : Rasulullah Saw membenci apabila seseorang dengan tangan berlipat ketika shalat. Ini karena orang yahudi juga berbuat begitu .

Imam Ahmad mencatat :

عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ مَا لِي أَرَاكُمْ رَافِعِي أَيْدِيكُمْ كَأَنَّهَا أَذْنَابُ خَيْلٍ شُمْسٍ اسْكُنُوا فِي الصَّلَاةِ

Jabir bin samarah berkata: Rasulullah saw Keluar mendekati kami dan berkata “ kenapa kau melipat tanganmu (bersedekap) seperti tali kuda, kau harus menurunkannya dalam shalat” Musnad Ahmad Bin Hanbal Juz 5 hal 93,…)

 Syubhat pertama SMS Syiah ini

 Syiah ini mencoba menguatkan pahamnya, yaitu shalat tanpa bersedekap, bagi AhlusSunnah (Sunni) bersedekap dengan meletakan telapak tangan kanan diatas tangan kiri ketika shalat adalah permasalahan sunnah dan termaksud permasalahan khilafiyah.

 Akan tetapi yang menjadi permasalahan adalah Kedustaan orang Syiah ini terhadap Kitab Shahih Bukhori Jilid…..bahwasanya Aisyah mengatakan : “Rasulullah Saw membenci apabila seseorang dengan tangan berlipat ketika shalat. Ini karena orang yahudi juga berbuat begitu”

 Bantahan

 Jika kita menelaah langsung dalam kitab shahih Bukhori maka kita tidak akan mendapatkan hadits yang serupa /bermakna seperti ini, Jelas ini adalah KEDUSTAAN seorang SYIAH. Bahkan imam Bukhori dalam Shohihnya membawakan suatu Bab dengan Judul “Bab Meletakan Tangan kanan diatas tangan kiri ketika Shalat”.

Sebuah Hadits No :698 dalam Shahihnya dari Sahl bin Sa’d berkata :

كَانَ النَّاسُ يُؤْمَرُونَ أَنْ يَضَعَ الرَّجُلُ الْيَدَ الْيُمْنَى عَلَى ذِرَاعِهِ الْيُسْرَى فِي الصَّلَاةِ

“Orang-orang (para shahabat) diperintahkan  agar seseorang meletakan  tangan kanannya pada lengan tangan kirinya didalam Shalat”

Syubhat kedua SMS Syiah ini

 Syiah ini mencoba menipu orang-orang Awam yang tidak mengerti bahasa arab dengan terjemah palsu.

Dimana Syiah  ini membawakan lafadz hadits dengan arti yang jauh berbeda, yaitu :

عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ  ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ مَا لِي أَرَاكُمْ رَافِعِي أَيْدِيكُمْ كَأَنَّهَا أَذْنَابُ خَيْلٍ شُمْسٍ اسْكُنُوا فِي الصَّلَاةِ

Jabir bin samarah berkata: Rasulullah saw Keluar mendekati kami dan berkata “ kenapa kau melipat tanganmu (bersedekap) seperti tali kuda, kau harus menurunkannya dalam shalat” Musnad Ahmad Bin Hanbal Juz 5 hal 93,…)

Bantahan

 1. Orang Syiah ini menerjemahkan  (رَافِعِي أَيْدِيكُمْ  ) dengan melipat tangan, padahal arti sebenarnya adalah mengangkat tangan-tangan kalian

2. Orang Syiah ini menerjemahkan  (أَذْنَابُ خَيْلٍ ) dengan talikuda, padahal arti sebenarnya adalah ekor kuda

3. Orang Syiah ini menerjemahkan  (اسْكُنُوا فِي الصَّلَاةِ ) kau harus menurunkannya dalam shalat, padahal arti sebenarnya adalah tenaglah kalian dalam Shalat.

4. Orang Syiah ini memotong lafadz (وَنَحْنُ رَافِعِي أَيْدِينَا فِي الصَّلَاةِ ) dan dan kami mengangkat tang-tangan kami ketika Shalat”  yang juga terdapat dalam Musnad Ahmad bin Hanbal No :20119 Juz 53 Hal 43 :

Inilah Lafadz hadits yang serupa  yang diriwayatkan dalam Musnad Ahmad :

عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ دَخَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ رَافِعِي أَيْدِينَا فِي الصَّلَاةِ فَقَالَ مَا لِي أَرَاكُمْ رَافِعِي أَيْدِيكُمْ كَأَنَّهَا أَذْنَابُ خَيْلٍ شُمْسٍ اسْكُنُوا فِي الصَّلَاةِ

Arti sebenarnya  : Jabir bin samarah berkata: Rasulullah saw masuk kepada kami dan kami mengangkat tangan-tangan kami ketika shalat, maka beliau bersabda “ kenapa akau melihat kalian mengangkat tangan-tangan kalian seakan-akan ekor-ekor kuda yang terkena matahari (kepanasan) , maka tenaglah kalian didalam shalat.”

 “Kalo enggak BOHoooong bukan Syiah namanya!!!!!”

 Abu Rafah AlBatawi.

Wahai Kaum Muslim…Inilah Syiah!!!!!!!!!!!

Wahai Saudaraku Muslim…!!!! Hati-hati terserap Aqidah Syiah Rafidhoh.

Rusaknya mereka (orang-orang Syiah) di indonesia tidak akan engkau kenali secara Zhohir (tampak) karena mereka mempunyai ajaran TAQIYYAH (nyamar/ pura-pura).

Dan Seorang tidak akan mengetahuinya kecuali dia menuntut ilmu atau menjadi seorang  Syiah.

Berikut ini adalah sederetan penyimpangan-penyimpangan syiah didalam masalah Ushul (dasar) atau Aqidah. Continue reading

Alangkah bahagianya menjadi orang-orang yang Asing

Alangkah bahagianya menjadi orang yang Asing/Ghuraba

Seorang Muslim janganlah tertipu dengan banyak, dan janganlah merasa sedih dengan sedikit dan keasingan.

Karena sudah menjadi Sunnatullah bahwa orang yang mengikuti Haq (kebenaran) sedikit dan orang yang mengikuti kebatilan banyak.

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman :

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ

“jika engkau mengikuti kebanyakan orang dimuka bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah “.(Al-An’am:116) Continue reading

Nama-nama Iblis dan keturunannya (syetan-syetan).

Nama-nama Iblis dan keturunannya (syetan-syetan).

Banyak sekali web-web atau situs-situs yang memaparkan nama-nama iblis serta syetan yang sebagian diambil dari hadits-hadits yang Dhoif(lemah) dan sebagian diambil dari perkataan Ulama tanpa dalil.

Syetan dan Jin adalah perkara Ghaib, dan perkara Gahib tidaklah boleh kita percayai dan yakini kecuali yang datang dari Perkataan Allah (ALQur’an) dan perkataan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam(Sunnah). Continue reading