Wahai Saudaraku Muslim…!!!! Hati-hati terserap Aqidah Syiah Rafidhoh.

Rusaknya mereka (orang-orang Syiah) di indonesia tidak akan engkau kenali secara Zhohir (tampak) karena mereka mempunyai ajaran TAQIYYAH (nyamar/ pura-pura).

Dan Seorang tidak akan mengetahuinya kecuali dia menuntut ilmu atau menjadi seorang  Syiah.

Berikut ini adalah sederetan penyimpangan-penyimpangan syiah didalam masalah Ushul (dasar) atau Aqidah.

Pertama : keyakinan mereka bahwa Allah Ta’ala tidak mampu menjaga AlQur’an dari Tahrif(penyimpangan/pengubahan) dan para shahabatlah yang merubahnya!!!!!

Diriwayatkan dari AlKulaini dari Abu Bashir dari Abdullah, berkata :

إنَّ عِندَنا مصحفَ فاطمةَ عليها السلام؛ مصحفٌ فيه مثلُ قُرآنِكم هذا ثلاثَ مراتٍ

 “sesungguhnya kami memiliki Mushaf Fathimah –alaiha salam-3 kali lipat dari Qur’an yang ada pada kalian “. (AlKafi.1/241)

Dan diriwayatkan pula dari kilaini dari Abdullah (Ja’far Shadiq) , berkata :

إنَّ القرآنَ الذي جاء به جبرائيلُ إلى محمدٍ صلى الله عليه وآله- سبعةَ عشَرَ ألفَ آيةٍ

“sesungguhnya AlQur’an yang dibawa Jibril kepada Muhammad-Shallallahu ‘alaihi wa sallam- ada 17 ribu ayat”.(AlKafi .2/634)

Telah maklum bahwa AlQur’an yang ada sekarang ada 6236 ayat, seakan-akan hanya sepertiga yang ada!! Dan mereka(Syiah) menyangka 2/3 alQur’an telah hilang!!!!!!!

 Salah seorang ulama mereka, yaitu AtThobrasi mengarang sebuah kitab yang berjudul : فصلَ الخطابِ بإثباتِ تحريفِ كتابِ ربِّ الأربابِ

“penjelasan yang jelas tentang kebenaran terdapat penyimpangan terhadap kitab tuhan segala tuhan(AlQur’an)”.

Didalam kitab ini terdapat nash-nash/ perkataan-perkataan ulama-ulama syiah masa lampau dan baru, bahwasannya mereka meyakini bahwasannya terdapat pengurangan, penambahan dan penyimpangan didalam AlQur’an yang terdapat pada kita sekarang. Dan bahwasanya yang melakukan penyimpangan ini adalah para shahabat rasulullah”(Fashlulkhithab : 180)

Berkata Khumaini : “Sesungguhnya tuduhan penyimpangan  yang diarahkan kaum muslimin kepada yahudi dan Nashrani yang sebenarnya adalah  kepada para shahabat-shahabat (nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam)”.(Kasyful Asraar:114)

Mereka(Syiah) dalam hal ini, telah membela Yahudi dan Nashrani dan menuduh Shahabat-shahabat Nabi.

Kedua : Pensucian mereka kepada Imam-imam mereka sampai ketaraf penyembahan mereka.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: “اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللهِ. “ mereka menjadikan pendeta-pendeta dan rahib-rahib mereka tuhan-tuhan dari selain Allah”.(AtTaubah:31)

Diriwayatkan dari Kulaini dalam Bab “Sesungguhnya Bumi semuanya milik Imam” dari abu Abdullah(Ja’far Shadiq) berkata :

إنَّ الدنيا والآخرةَ للإمامِ، يضَعُها حيثُ شاء، ويَدفَعُها إلى مَن يَشاءُ

sesungguhnya dunia dan Akhirat milik imam, dia meletakkannya kepada siapa saja yang dia kehendali  dan dia memberikannya kepada siapa saja yang dia kehendaki (AlKaafi:1/409)

berkata Khumaini :

 “فإنَّ للإمامِ أي مِن الاثنَي عشَر- مقامًا محمودًا ودرجةً ساميةً ، وإنَّ من ضرورياتِ مذهبِنا أنَّ لأئمتِنا مَقامًا لا يبلُغُه ملَكٌ مُقَرَّبٌ ولا نبيٌّ مُرسَلٌ

“maka sesungguhnya imam- yaitu imam yang 12- memiliki kadudukan yang terpuji dan derajat yang tinggi…..dan sesungguhnya yang harus(diketahui) dalam madzhab kita, bahwasanya para imam-imam kita memiliki kedudukan yang tidak bisa dikalahkan oleh malaikat yang didekatkan dan tidak pula oleh para nabi yang diutus.(AlHukumatulIslamiyyah.Hl:52-53)

Dan didalam AlKafi karangan Alkulaini, dari abu Ja’far berkata :

أنَّ فُساءَ وضُراطَ الأئمةِ كريحِ المِسكِ!!

“bahwasannya kentut para imam, seperti bau kesturi”(AlKafi.1/388)

Dari abu Hasan :

أنَّ الإمامَ يتكلَّمُ جميعَ لغاتِ المخلوقاتِ!!!

”Bahwasanya Imam (dapat) berbicara dengan semua bahasa makhluq”.(AlKafi.1/509)

Dan mereka berkata Bahwasannya perkataan Imam, seperti perkataan Allah dan Rasulnya”.(AlKafi:1/53)

Ketiga : Kebencian mereka yang sangat kepada para shahabat serta melaknat dan mengkafirkan mereka, terutama Abu Bakar dan Umar dan anak perempuan keduanya.

Dari Abu Ja’far berkata :

كان الناسُ أهلَ رِدَّةٍ بعدَ النبيِّ إلا: المِقدادَ بنَ الأسوَدِ، وأبا ذرٍّ الغِفارِيَّ، وسَلمانَ الفارسِيَّ.

 “Bahwasannya orang-orang menjadi murtad setelah (kematian) nabi kecuali Miqdad bi Aswad, abu Dzar alGhifar dan Salman alFarisi”.(AlKafi.8/115)

Berkata Khumaini :

وأنا أزعُمُ بجرأةٍ أنَّ الشعبَ الإيرانيَّ بجماهيرِه المليونيةِ في العصرِ الراهِنِ أفضلُ من أهلِ الحجازِ في عصرِ رسولِ اللهِ

aku berani menganggap bahwasannya penduduk Iran dengan seluruh penduduknya yang jutaan pada masa ini lebih baik dari penduduk hijaj(meka dan madinah) pada masa rasulullah”.(AlWashiyatusSiyasiyyah. Hal : 23)

dan khumaini berkata :

Seluruh shahabat rasulullah KAFIR kecuali Khalifah Ali AlMurtadho(Yang diridhoi) dan tiga orang atau empat dari pendamping-pendamping Ali”.(KasyfulAsyraar)

Berkata Muhammad Baqir alMajlisi : “sesungguhnya Abu Bakar dan Umar, adalah (seperti) Fir’aun dan Haaman”.(Haqqul Yaqin.Hal 367)

Dan dia juga berkata : “Abu Bakar akan menjadi pendamping syetan dineraka Jahannam”.(HaqqulYaqin.hal:206)

Berkata AlKisyi dari Ja’far Shadiq :

“ketika keluar Imam mahdi dia akan datang ke Yatsrib (Madinah) dan menghancurkan kamar kenabian (Dinding kuburan nabi) dan mengeluarkan Abu Bakar dan Umar dengan bentuk kerangka, dan menyuruh keduanya menuju Baqi, kemudian keduanya diSalib, kemudian ALmahdi menurunkan dan menghidupkan  kembali keduanya dan mengqhisas keduanya dan kemudian menyalib lagi keduanya kemudian membakar keduanya”.(HaqqulYaqin)

Dan dia juga berkata : “kita berlepas diri dari empat berhala : Abu Bakar, Umar, Utsman dan Muawiyah. Dan empat wanita : Aisyah, Hafshah, Hindun dan Ummu Hakam. Dan bahwasannya mereka adalah makhluq Allah yang paling buruk dimuka bumi”.(HaqqulYaqin.Hal:519)

Inilah Aqidah mereka seakan-akan mereka meyakini bahwasannya Allah yang maha mengetahui dan bijaksana telah memilih untuk nabinya orang-orang yang buruk untuk mendampingi nabi!!!!????

Berkata AlMajlisi tentang Aisyah (Radhiyallahu ‘anha) : “Allah akan menghidupkannya(Aisyah) untuk Imam Mahdi. Kemudian dia(Mahdi) mencambuknya dan menegakkan atasnya hukum Zina”.(HaqqulYaqin)

Doa mereka terhadap abu bakar dan Umar :

اللهمَّ العَنْ صنمَي قريشٍ، وجِبتَيها، وطاغوتَيها، وإفكَيها، وابنتَيها (هكذا دون ميم) اللذَينِ خالَفا أمرَكَ، وأنكَرا وَحيَكَ، وجحَدا إنعامَكَ، وعصَيا رسولَكَ، وقلَبا دِينَكَ، وحرَّفا كتابَكَ….لعنًا يعودُ أولُه، ولا ينقَطِعُ آخِرُه، لهم ولأعوانِهم وأنصارِهم ومُحِبِّيهِم ومُواليهِم…)

“Ya Allah Laknatlah dua berhala ,Jibt dan Thogut Quraisy dan kedua anak perempuan keduanya yang keduanya telah menyelisihi perintahmu dan mngingkari wahyumu dan menentang pemberianmu dan bermaksiat terhadap rasulmu dan telah membalik(merubah) agamamu dan mentahrif(mengubah/menyimpangkan) kitabmu dengan laknat yang kembali dari awalnya dan tidak terputus akhirnya untuk mereka dan rekan-rekan mereka dan penolong-penolong mereka dan orang-orang yang mencintai mereka dan orang-orang yang wala terhadap mereka”.(Biharul AnWar:82:260/261)

Keempat : kebencian mereka sangat kuat terhadap ahlu sunnah dan mereka menjuluki Ahlu Sunnah dengan “Nawashib”.

وأما النواصِبُ والخوارِجُ لعنهم اللهُ تعالى فهما نجِسانِ مِن غيرِ توقُّفٍ

Berkata Khumaini : dan adapun AnNawashib dan Khawarij_semoga Allah Ta’ala melaknat mereka- adalah Najis tanpa diragukan.(TahrirulWasilah.1/118)

Khumaini juga berkata : “Jika seandainya kita memberikan sebidang tanah (di Iran) untuk dibangun masjid Ahlu Sunnah, maka masjid itu akan menjadi masjid Dhiraar(Masjid yang membahayakan)”.(FItnatul Khumaini.hal:115)

Ke-Lima : Keyakinan mereka bahwa Karbala dan tanahnya lebih baik dari Ka’bah dan menziarahi kubur Imam-imam mereka lebih besar (Pahalanya) dari Haji dan Umrah

Bekata Husain AlMausy :”Bahwasanya Ka’bah tidak ada padanya sesuatu yang penting. Dan bahwasanya Karbala lebih baik darinya(Ka’bah) dan lebih utama. berdasarkan Nash-nash yang datang dari ulama-ulama kita, bahwasannya Karbala sebaik-baiknya tempat dimuka bumi”.(Lillahi Tsumma LitTarikh.Hal :107)

Diriwayatkan Ibnu Babawaihi dari Shalih AnNaili, berkata. Berkata Abu Abdullah :

مَن أتى قبرَ الحسينِ عارفًا بحقِّه كان كمَن حجَّ مئةَ حجةٍ معَ النبيِّ

Barangsiapa yang mendatangi kuburan Husain dengan mengetahui akan haqnya maka dia seperti orang yang berhaji sebanyak seratus kali bersama Nabi”.(Kamiluzziyaraat)

Ke_Enam : Pembolehan mereka akan nikah Mut’ah (nikah Kontrak)

Mereka meriwayatkan hadits palsu dari nabi, bahwasannay nabi bersabda : “

“مَن تمتَّع مرةً أَمِنَ سخَطَ الجبارِ، ومَن تمتَّع مرتَينِ حُشِر معَ الأبرارِ، ومَن تمتَّع ثلاثَ مراتٍ زاحمني في الجنانِ”

“Barang siapa yang nikah Mut’ah sekali maka dia akan man dari kemurkaan Allah. Dan barang siapa yang nikah Mut’ah 2 kali maka dia akan dikumpulkan bersama orang-orang AlAbrar. Dan barang siapa yang nika Mut’ah 3 kali maka dia akan bersamaku disurga”>(Man laa yahdhuruhu alafaqih.3/366)

Diriwayatkan oleh Kasyani sebuah hadits palsu, bahwasannya nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“مَن تمتَّع مرةً فدرجتُه كدرجةِ الحُسَينِ، ومَن تمتَّع مرتَينِ فدرجتُه كدرجةِ الحسَنِ، ومَن تمتَّع ثلاثَ مراتٍ فدرجتُه كدرجةِ عليٍّ، ومَن تمتَّع أربعَ مراتٍ فدرجتُه كدرجَتي

“barang siapa yang Mut’ah sekali maka derajatnya seperti derajat Husain, dan barang siapa yang Mut’ah dua kali maka derajatnya seperti derajat HAsan, dan barang siapa yang Mut’ah 3 kali maka derajatnya seperti derajat Ali, dan barang siapa yang Mut’ah 4 kali maka derajatnya seperti derajatku (Nabi)”.(Tafsir MinhajulQhoshidin.Hal : 356)

Penutup :

Mudah-mudahan sebagian pembaca yang mulia, ada heran dan mengingkari tulisan diatas, dan berkata :”kenapa engkau menuduh syiah (Rhafidhah) seperti ini!!!???? Aku sering mendengar perkataan mereka dan bermuamalah(interaksi) bersama sebagian mereka, kayanya mereka enggak seperti itu!!!

Maka aku akan menjawab :

Pertama : semua atau seluruh nukilan-nukilan ini  adalah dinukil dari kitab-kitab asli pegangan mereka dan dari imam-imam dan ulama-ulama yang mereka agungkan. Dan seorang Syiah (yang berilmu/tidak bodoh akan ajaran agamanya) tidak akan mengingkari hal tersebut!!

Kedua : Bahwa agama mereka dibangun diatas prinsip yan dinamai dengan Taqiyyah. Taqiyyah adalah menyembunyikan keyakinan dan menampakan sesuatu yang berbeda dengan keyakinan.

Diriwayatkan dari Abu Abdullah berkata : “sesungguhnya engkau (tetap) dalam satu agama(Syiah). Barang siapa yang menyembunyikannya maka Allah akan memuliakannya dan barang siapa yang menyiarkannya(menampakannya) maka Allah akan menghinakannya”.

Dan Abu Abdullah berkata :

Hendaknya kalian bertaqiyyah, maka bukanlah dari golongan kami orang yang tidak menjadikan syiarnya dan undang-undangnya(hukum-hukumnya/syariatnya) kepada orang yang aman baginya”.

(Wasailu syiah :11/466)

Mereka menganggap perlunya taqiyyah ketika berada dihadapan orang-orang yang keras kepala atau membahayakan.

sumber :  http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=306463

Ulama-ulama besar Syiah

Di  bawah ini sebagian nama dari Ulama-ulama syiah yang di akui oleh Syiah Rhafidhoh.

 

Al-Kulaini

Ia adalah pengarang kitab “Al Kafi“. Kitab tersebut di kalangan Syi`ah setaraf dengan kitab Shahih Bukhori Muslim di kalangan Ahlus sunnah. Di yakininya bahwa di dalam kitab itu terdapat 16199 buah hadits. Dan hadits sohih yang diriwayatkan dari Rosululloh Shallallahu Alaihi wa Sallam (pengakuannya) kira-kira 6000 buah hadits. Dan kenyataannya di dalam kitab tersebut banyak terdapat hal-hal yang khurafat dan palsu.

Muhammad Baqir bin Syeikh Muhammad Taqiy “al-Majlisi”

Ia adalah pengarang kitab “Haqul yakin“, yang mengatakan bahwa Abu Bakar, Umar, Utsman, Muawwiyah, Aisyah, Hafshah, Hindun dan Ummul Hakam adalah makhluk yang paling jelek di muka bumi, mereka itu adalah musuh-musuh Alloh.

Ayatulloh Khumaini

Sosok yang satu ini adalah salah satu tokoh Syi`ah kontemporer, pemimpin revolusi Syi`ah di Iran, yang mengendalikan roda pemerintahan. Ia mengarang buku “Kasyful Asror” dan “Pemerintahan Islam“. Ia pernah mengatakan bahwa agama Ahlussunnah belum sempurna, mengkafirkan Ahlussunnah, menghalalkan harta dan darah Ahlussunnah. Ia hendak memusnahkan golongan Sunni di Iran dan tidak memberikan kesempatan apapun pada golongan ini, sehingga nantinya hanya tinggal nama dan catatan sejarah semata-mata.

Dan dari hal ini kita tahu bahwa Syi’ah adalah sebuah agama tersendiri yang memiliki doktrin penuh manipulasi dengan berkedok Islam. Oleh karena itu kita semua harus memiliki sikap tegas dalam menolak upaya-upaya untuk menanamkan kesan bahwa Syi’ah adalah bagian dari kaum Muslimin. Wallohu A`lam