Juragan-juragan Harta yang kena Tipu!!!!

Ada Sebagian pemilik harta tertipu dengan hartanya. dan dibawah ini adalah sekelumit dari beberapa contoh dari orang-orang yang tertipu dengan hartannya.

dan banyak orang yang tidak menyadari hal ini kecuali orang-orang yang memiliki bashirah (Ilmu) tentangnya.

Di antara mereka ada yang suka berinfaq dan berderma sebagian hartanya namun tetap terus menerus melakukan maksiat dan dosa-dosa dengan sebagian hartanya yang lain. karena berangggapan hartanya yang ia infaqkan dapat menebus dosa-dosanya.

Seperti orang yang bekerja pada usaha yang haram seperti Riba, dia menyangka uang ribanya akan hilang dan diampuni dengan infaqnya dan shadaqahnya. Maka orang ini adalah tertipu, karena sesungguhnya Allah Subhaanahu wa ta’ala hanya menerima shadaqah dari harta yang halal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا

“sesungguhnya Allah Zat yang maha baik, dan ia tidak menerima(shadaqah) kecuali sesuatu yang baik/halal”(HR.Muslim)

Sebagian mereka ada yang berinfaq, membangun masjid dan sarana belajar, namun dia tidak pernah datang kemasjid untuk shalat berjama’ah dan menuntut ilmu islam, dia menyangka dengan shadaqahnya telah menghasilkan pahala-pahala dari orang yang shalat dimasjid yang dibangun dari hartanya, orang ini tertipu, karena harta yang dia infaqkan, tidak akan ada manfaat tanpa iman dan amal.

Allah Ta’ala berfirman :

وَمَا أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفَى إِلَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا

“Tidaklah harta dan anak-anak kalian yang mendekatkan kalian kepada kami, melainkan orang-orang yang beriman dan beramal shalih..”(Saba:37)

Bagaimana imannya dianggap benar!!!??? Jika dia tuli dengan seruan azan…!!!???

Diantara mereka ada yang menginfaqkan hartanya dengan tujuan-tujuan duniawi saja dan mengharap balasan segera didunia, tanpa diniatkan untuk mencari ridho Allah dan balasan akhirat. misalnya dia berharap dengan infaqnya usahanya jadi lancar atau jodohnya lebih cepat. Sungguh orang ini tertipu.

Allah Ta’ala berfirman :

مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ

“Barang siapa menghendaki keuntungan akhirat, akan kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barang siapa menghendaki keuntungan dunia kami berikan kepadanya sebagian darinya(keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan dapat bagian di Akhirat(AsSyura:20)

Bukankan orang kafirpun, jika ia berinfaq akan mendapat balasan didunia, namun dia tidak mendapat apa-apa diakhirat!!!???

Diantara mereka ada yang berinfaq dengan banyak hartanya, untuk mesjid-mesjid dan pesantren dan kebutuhan kaum muslimin, namun harta dan infaqnya menjadikan dia merasa berjasa kepada Islam sehingga membawanya kepada sifat Ujub dan Sombong, bahkan terkadang kepada sifat meremehkan ulama dan acuh kepada nasehat-nasehat ulama. Orang seperti ini tertipu terkadang dia tidak menyadari akan dosa-dosanya, seakan-akan harta yang diinfaqkannya telah menjaminnya surga.

Diantara mereka ada yang bersemangat membangun masjid sekolah-sekolah dan sarana-sarana umum dan ibadah dan apa-apa yang bisa tampak bagi manusia dan kemudian mereka menulis nama-nama mereka pada bangunan-bangunan itu, agar supaya dikenal namanya, akan tetapi apabila dia disuruh berinfaq beberapa gram emas namun namanya tidak tertulis pada tempat yang ia diperintahkan untuk berinfaq, maka terasa berat baginya (untuk berinfaq). Kalaulah dia tidak menginginkan pandangan manusia  akan tetapi ridho Allah, maka tidak akan merasa berat hal tersebut.

Sebagian mereka menginfaqkan hartanya untuk memperhias masjid dengan ukiran-ukiran dan gambar-gambar, yang hal tersebut dilarang oleh syariat dan membuat sibuk hati orang yang sholat (karena memandangi keindahannya), karena puncak tujuan shalat adalah khusyu dan hadirnya hati (kepada Allah). Sedangkan hal tersebut(hiasan-hiasan gambar atau ukiran) dapat merusak hati orang yang shalat. Apalagi jika harta yang diinfaqkannya adalah harta yang haram.

 

Sebagian dari mereka senang menahan harta dan pelit akan tetapi mereka sibuk dengan ibadah-ibadah badan yang tidak butuh harta atau mengeluarkan harta yang banyak, seperti shalat, puasa dan menghatamkan alQur’an, dan mereka adalah orang-orang yang tertipu, karena kepelitan adalah kebinasaan.

Sebagian mereka yang sulit mengeluarkan hartanya selain yang wajib , yaitu zakat dan tidak suka berinfaq, kecuali kepada orang-orang faqir yang melayaninya atau suka memujinya atau kepada orang-orang yang dia memiliki maksud atau kepentingan kepada mereka.

Semoga Allah menjadikan harta yang kita miliki bekal yang memudahkan kita menggapai Akhirat.

Abu DzurRa’fah Al Batawi.