Bagi setiap orang tua, anak merupakan salah satu dari nikmat dan perhiasan dunia yang paling berharga, sebagaimana Allah berfirman :

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَوَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ

“dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak : QS: Ali Imran : 14”

Bagi orang tua anak lebih berharga dari harta dan segalanya didunia ini… bahkan banyak orang tua masuk neraka karena anak, kerena terlampau cintanya kepada anak. oleh karena Allah swt berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“wahai orang-orang yang beriman janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikanmu dari mengingat Allah.: Almunafiqun : 9”

Dan banyak anak masuk neraka karena orang tua, yaitu karena durhakanya anak itu kepada orang tuanya. Oleh Karena itu Allah berfirman :وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا

“Dan kami wasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya : AlAhqhaf : 15”

Demikianlah AlQur’an  apabila yang dibicarakan berkaitan dengan orang tua maka agar janganlah melalaikan. Janganlah terfitnah oleh anak

Dan apabila yang berkaitan adalah anak maka diperintahkan agar berbuat baik kepada orang tua.

Tidak pernah dibalik, misalnya orang tua agar berbuat baik kepada anak atau anak jangan terlampau cinta kepada orang tua,

kenapa?? Karena pada umumnya orang tua terlampau cinta kepada anak dan pada umumnya anak durhaka kepada orang tua.

Oleh karena itu alQur’an mengajarkan kepada kita secara inti dan global, bagaimana kiat-kiat agar mendapatkan kebahagiaan didunia dan akhirat, yaitu memiliki anak yang shalih :

Pertama : berdoa

 Sebagaimana doa nabi zakaria : (رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ)

“Wahai tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisimu..” QS: Ali Imran :38)

Doa nabi ibrahim : (رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ ) Ya Allahkaruniakanlah kepadaku (seorang anak) yang termaksud dari anaka yang shalih.” QS: Shaffat :100

Dan doa Hamba-hamba Allah ArRahman yang terdapat didalam surat alFurqon : 74

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ

“Ya Allah anugrahkanlah kepada kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami..”

Kedua : orang tuanya harus shalih

 Anak shalih kebanyakan lahir dari orang tua yang shalih

Sebagaimana firman Allah dalam surat alkahfi ayat 80-81 :

وَأَمَّا الْغُلَامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَنْ يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا (80) فَأَرَدْنَا أَنْ يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِنْهُ زَكَاةً وَأَقْرَبَ رُحْمًا (81)

“dan adapun anak itu, kedua orang tuanya mukmin dan kami khawatir, kalau dia akan memaksa kedua orang tuanya kepada kesesatan dan kekafiran,  kemudian kami menghendaki, sekiranya tuhan mereka(kedua orang tua itu) menggantikan dengan seorang anak yang lebih baik kesuciannya dan lebih sayang (kepada kedua orang tuanya) keduanya.”

Allah menggatikan anak yang kelak akan durhaka ini, dengan anak yang kelak menjadi anak yang shalih karena keshalihan kedua orang tuanya.

Ketiga : pokok terpenting dari keshalihan anak adalah ibu.

Nabi Nuh adalah orang yang shalih, akan tetapi anaknya kok ngak shalih kenapa???

Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam QS : AtTahrim : 10 :

ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا . (10)

“Allah memberi perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri nabi Nuh dan Luth. Keduanya berada dibawah pengawasan kedua hamba shalih diantara hamba kami ; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu  mereka sdiktpun dari (azab) Allah….”

Istrinya nabi nuh tidak shalih.

Sebagimana pepatah “ الأم مدرسة أولى“ ibu adalah sekolah yang pertama

Allah swt berfirman :

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ

“Istri-istri kalian adalah ladang kalian..QS: AlBaqorah :223”

Bagaimanapun baiknya benih,  jika ladangnya atau tanahnya tidak baik maka sulit dan tidak mungkin mendapatkan hasil atau panen yang baik.

Allah SWt berfirman dalam surat Al’Araf : 58:

وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ وَالَّذِي خَبُثَ لَا يَخْرُجُ إِلَّا نَكِدًا كَذَلِكَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُونَ

“Tanah yang baik , tanaman-tanamannya akan tumbuh subur dengan izin tuhan dan tanah yang buruk tanamannya akan tumbuh merana..”

Oleh karena itu carilah istri yang shalihah yang kelak menjadi ibu dari anak-anak kita.

Kiat yang ke-Empat : utamakanlah mendidik anak dengan apa-apa yang diinginkan oleh Allah, seperti tauhid dan shalat.

karena jika anak sudah taat kepada Allah, niscaya dia pasti akan taat kepada kedua orang tuanya

Sebagaimana hamba Allah yang shalih, Luqman Hakim mengajarkan anaknya pertama kali dalam QS Luqman : 13 :

يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Wahai anakku, janganlah berbuat syirik kepada Allah, sesungguhnya syirik merupakan kezholiman yang sangat besar.”

Kemudian beliau mengajarkan tentang ilmunya Allah  yang sangat luas agar anaknya menjadi anak yang selalu Muroqobah (merasa diawasi) dalam QS Luqman ayat 16 :

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

“Wahai anakku! Sungguh jika ada seberat biji sawi(perbuatan), dan berada didalam satu batu atau dilangit atau dibumi, niscaya Allah akan memberikan balasan dengannya (perbuatan itu), sesungguhnya Allah maha halus, maha teliti.”

Kemudian beliau memerintahkan shalat dan perintah-perintah Allah yang lainnya.. Allah berfirman :

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ

“Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang ma’ruf dan cegahlah (mereka) dari yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu…(Luqman :17)

Allah Azza wa Jalla berfirman dalam QS : Taha : 132 :

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ

“dan perintahkanlah keluargamu untuk melaksanakan shalat..”

Semoga Allah menganugrahkan kita anak yang shalih.

Jakarta . 28 Juli 2013/ Abu Rafah AlBatawi