Alangkah bahagianya menjadi orang yang Asing/Ghuraba

Seorang Muslim janganlah tertipu dengan banyak, dan janganlah merasa sedih dengan sedikit dan keasingan.

Karena sudah menjadi Sunnatullah bahwa orang yang mengikuti Haq (kebenaran) sedikit dan orang yang mengikuti kebatilan banyak.

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman :

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ

“jika engkau mengikuti kebanyakan orang dimuka bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah “.(Al-An’am:116)

Akan tetapi bergembiralah dengan keasingan ketika berpegang teguh terhadap AlQur’an dan sunnah. Karena Allah dan rasulnya telah menjanjika kebahagiaan atas mereka.

Didalam kitab shahih dari anas ra. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

Akan datang suatu zaman, dimana orang yang bersabar atas agamanya bagaikan memegang bara api.(HR.Tirmidzi dan Ahmad/dishahihkan oleh syekh AlBani dalam silsilah shahihah.no 957)

Dan dari abu Hurairah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

Islam dimulai dengan Asing dan akan kembali dengan Asing, maka kebahagiaan bagi orang-ornag yang asing.(Mutaffaq ‘alaihi)

Kemudian dalam riwayat ahmad, dikatakan, Siapa mereka wahai rasulullah? Beliau menjawab,”

الَّذِينَ يُصْلِحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ »

“mereka adalah orang-orang yang shalih(baik) ketika orang-orang telah rusak”.

Orang yang berpegang teguh terhadap haq, dia adalah orang yang paling berbahagia, karena rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan “((فطوبى للغرباء)).  “Alangkah beruntungnya/bahagianya orang-orang yang asing itu”.

Karena seseorang yang berpegang teguh terhadap dien Islam, ia akan berbahagia didunia dan akhirat, Allah berfirman :

الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ (*) لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ

“orang-orang yang beriman dan bertaqwa, bagi mereka berita gembira didalam kehidupan dunia dan akhirat”.(Yunus63-64)

 Dan surga seorang mukmin adalah didalam hatinya, meskipun orang lain memandangnya sengsara.  Dan  nanti diakhirat dia adalah orang yang paling tinggi derajatnya setelah para nabi.

Hikmah Allah dengan keasingan untuk menguji orang-orang yang benar-benar beriman. Jikalah tidak ada ujian dan bala, maka sulit untuk menyingkap siapa yang beriman, dan siapa yang munafiq?? siapa yang jujur dan siapa yang dusta??.

Berkata ibnu Qoyyim didalam kitab madarikussaalikin(3/195)

“mereka Ghuraba (orang-orang asing) yang yang terpuji dan di irikan. Dan karena sedikit sekalinya mereka diantara manusia, maka menjadi tinggilah Ghuraba (orang-orang asing). Karena kebanyakan manusia tidak memiliki sifat-sifat ini. Ahlul islam asing diantara manusia, dan orang-orang yang beriman diantara ahlul islam asing diantara manusia, orang yang berilmu asing diantara orang-orang yang beriman, dan ahlissunnah yang berbeda dengana hlul Ahwa dan ahlul bid’ah adalah Asing. Dan para dai’ (orang-orang yang mengajak) kepadanya(AlQur’an dan sunnah) dan sabar atasnya dan sabar ats perlakuan keji orang yang menyelisihinya, maka mereka adalah orang-orang yang paling asing. Akan tetapi mereka semua adalah Ahlullah dan tidak ada keasingan bagi mereka(terhadap Allah) akan tetapi keasingan mereka adalah diantara kebanyakan manusia.”

Kita memohon kepada Allah agar menjadikan kita termaksud dari mereka(Ghuraba) yang tetap bersabar didalam berpegang teguh terhadap ALQur’an dan Sunnah.