Ini adalah kisah nyata yang dikisahkan oleh imam AdzDzahabi didalam kitabnya Siyar ‘alaminNubalaa. Masa Hakam bin Hisyam Zus 8. hal. 255-257

 قلت: وكثرت العلماء بالاندلس في دولته، حتى قيل: إنه كان بقرطبة أربعة آلاف متقلس متزيين بزي العلماء، فلما أراد الله فناءهم، عز عليهم انتهاك الحكم للحرمات، وائتمروا ليخعلوه، ثم جيشوا لقتاله، وجرت بالاندلس فتنة عظيمة على الاسلام وأهله، فلا قوة إلا بالله، فذكر ابن مزين في تاريخه: طالوت بن عبد الجبار المعافري، وأنه أحد العلماء العاملين الشهداء الذين هموا بخلع الحكم، وقالوا: إنه غير عدل، ونكثوه في نفوس العوام، وزعموا أنه لا يحل المكث ولا الصبر على هذه السيرة الذميمة، وعولوا على تقديم أحد أهل الشورى بقرطبة، وهو أبو الشماس أحمد بنالمنذر بن الداخل الاموي ابن عم الحكم، لما عرفوا من صلاحه، وعقله ودينه، فقصدوه وعرفوه بالامر، فأبدى الميل إليهم، والبشرى بهم، وقال لهم: أنتم أضيافي الليلة، فإن الليل أستر، وناموا، وقام هو إلى ابن عمه بجهل، فأخبره بشأنهم، فاغتاظ لذلك، وقال: جئت لسفك دمي أو دمائهم، وهم أعلام، فمن أين نتوصل إلى ما ذكرت ؟ فقال: أرسل معي من تثق به ليتحقق، فوجه من أحب، فأدخلهم أحمد في بيته تحت ستر، ودخل الليل، وجاء القوم، فقال: خبروني من معكم ؟ فقالوا: فلان الفقيه، وفلان الوزير، وعدوا كبارا، والكاتب يكتب حتى امتلا الرق، فمد أحدهم يده وراء الستر، فرأى القوم، فقام وقاموا، وقالوا: فعلتها يا عدو الله، فمن فر لحينه، نجا، ومن لا، قبض عليه، فكان ممن فر عيسى بن دينار الفقيه (1)، ويحيى بن يحيى الفقيه (2) صاحب مالك، وقرعوس بن العباس الثقفي (3). وقبض على ناس كأبي كعب، وأخيه، ومالك بن يزيد القاضي، وموسى بن سالم الخولاني، ويحيى بن مضر الفقيه، وأمثالهم من أهل العلم والدين، في سبعة وسبعين رجلا، فضربت أعناقهم، وصلبوا.

 Berkata imam Adzahabi : Sangat banyak ulama diandalus ketika pemerintahnya (Hakam bin Hisyam), sampai-sampai dikatakan : bahwasannya di kordoba terdapat 4000 orang yang berpakaian dengan pakaian ulama(ahli ilmu dan penuntut ilmu), maka ketika Allah hendak melenyapkan mereka(para ulama), mereka(para ulama) sangat berat dengan kesewenang-wenangan Hakam terhadap keharaman-keharaman, dan mereka bermusyawarah untuk melengserkannya kemudian membuat pasukan untuk memeranginya, maka terjadilah diAndalusia fitnah yang sangat besar bagi Islam dan umatnya, maka tiada daya kecuali Allah.

Maka telah menyebutkan Muzayyin didalam kitab tarikhnya : bahwasannya Tholut bin Abdul Jabbar AlMa’arifi adalah salah satu dari ulama-ulama  yang ‘amil yang syahid yang juga berkeinginan untuk menjatuhkan Hakam

Mereka (para ulama andalus ) berkata : “sesungguhnya dia (Hakam) tidak berbuat adil”, dan mereka menganggap buruk perbuatannya terhadap jiwa-jiwa rakyat biasa, dan mereka menyangka bahwasanya tidak pantas untuk tinggal diam dan bersabar terhadap orang yang memiliki perangai tercela ini(Hakam bin Hisyam), dan mereka mengandalakan untuk mengajukan salah satu dari dewan syuro yang berada diQurtuba yaitu Abu Syammas ahmad bin Munzir bin Dakhil alAmawi dia adalah anak dari pamannya Hakam. Karena mereka telah mengenal akan kebaikannya dan kecerdasannya dan agamanya sehingga mereka mendatanginya dan memberi tahu tentang perkara itu, maka dia (Ahmad/Abu syammas) menampakan rasa ikut berpihaknya dia kepada mereka dan memberi kabar gembira kepada mereka, dan dia berkata kepada mereka, “kalian adaklah tamu-tamuku malam ini”. Maka ketika malam telah menutup dan mereka tidur, maka bangunlah ia(Ahmad) menuju anak pamannya (Hakam) dan menceritakan tentang mereka, maka marahlah ia (Hakam) mendengar hal itu dan berkata, engkau datang mau menumpahkan darahku atau darah mereka sedang mereka orang-orang yang dikenal, maka dari mana kita bisa membuktikan atas apa yang engkau sebutkan?!.

Maka (Ahmad) berkata, “utuslah bersamaku orang kepercayaanmu, untuk membuktikannya”, maka(Hakam) menunjuk orang-orang yang lebih ia sukai, dan Ahmad memasukan mereka(utusan-utusan hakam) kerumahnya dibawah (dibelakang) satir(bersembunyi dengan pembatas dari kain) pada malam hari. maka  dia(ahmad) mendatangi orang-orang(yang hendak menjatuhkan hakam), maka (Ahmad) berkata, “beritahu kepadaku, siap saja yang bersama kalian? Maka mereka (orang-orang yang hendak menjatuhkan hakam) berkata, “fulan si faqih(ulama) dan Fulan si mentri”, dan mereka menyebutkan (satu persatu) orang-orang besarnya, dan penulis menulis sampai lembaran itu penuh, lalu salah satu dari mereka menjulurkan tangannya (hendak menyingkap) dari belakang satir(penutup/pembatas)maka dia melihat orang-orang(bersembunyi) maka dia bangkit dan mereka bangkit dan berkata, kenapa engkau melakukan ini wahai musuh Allah!!?. Maka siapa saja yang lari ketika itu selamat dan yang tidak lari maka ditangkap, dan diantara yang lari adalah Isya bin Dinar seorang faqih, Yahya bin Yahya seorang Faqih yang bemadzhab maliki dan Qor’us bin Abbas AtsTsaqofi. Dan ditangkap beberapa orang(terkemuka) seperti abu Ka’ab dan saudaranya Malik bin Yazid seorang Qodhi, Musa bin Salim Alkhoulani, Yahya bin Mudhir seorang Faqih, dan semisal mereka dari para ahli ilmu dan dien sebanya 77 orang, mereka semua dipenggal dan disalib.

Mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dalam kisah ini.

Sebagaimana perkataan syekhul Islam Ibnu Taimiyyah didalam kitabnya Minhajussunnah 4/313-317:

قل من خرج على إمام ذي سلطان إلا كانما تولد على فعله من الشر أعظم مما تولد من الخير

“Sedikit orang yang memberontak kepada pemimpin yang memiliki kekuasaan kecuali apa yang timbul akibat perbuatannya(memberontak/ perlawanannya) dari keburukan yang lebih besar dari pada kebaikan”.