Terkadang seorang ayah enggan atau menjadi bakhil (pelit) untuk mengeluarkan hartanya dijalan Allah karena kwatir akan anak.

Orang mengalami penyakit bakhil (pelit) karena alasan ini, maka dia harus mengetahui hal-hal berikut :

1-     dia harus menyadari bahwa zat yang menciptakan anaknya, telah menciptakan pula baginya rizqinya. Allah Subhaanahu wa ta’ala berfirman :

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

“Dan tidaklah satu makhluqpun bergerak (bernyawa) melainkan semuanya dijamin oleh Allah rizqinya.”(Hud : 6)

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin, kamilah yang memberi rizqi mereka dan kalian…(Al-israa : 31)

2-     berapa banyak orang yang tidak mewarisi, bisa hidup lebih baik dari orang yang mewarisi. Allah Subhaanahu wa ta’ala berfirman :

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ

“Dan sungguh kami telah tulis didalam Zabur, setelah tertulis dalam AzZikr (Lauh Mahfudz) bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hambaku yang shalih.”(Al-Anbiya :105)

3-     Jika seandainya anaknya shalih maka Allah akan menjamin hidupnya, Allah Ta’ala berfirman : إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ

“sesungguhnya perlingunganku adalah Allah yang telah menurunkan kitab dan dialah yang melindungi orang-orang yang shalih (AL-‘Araf :196)

Namun sebaliknya jika anaknya tidak shalih (pasiq) maka hartanya atau warisnya akan membantunya didalam kemaksiatan.

 

Dikisahkan Bahwasannya sebagian para khulafa bani Abbasiyyah bertanya kepada para ulama tentang apa yang mereka jumpai, maka berkatalah : ketika Khalifah Umar bin Abdul Aziz dalam syakaraatulmaut, dikatakan kepadanya : “wahai amirul mukminin apakah engkau tidak sisakan untuk mulut-mulut anak-anakmu dari harta-harta ini, dan engkau tinggalkan mereka (anak-anakmu) dalam keadaan faqir tidak memiliki sesuatu apapun pada mereka?” Maka beliau berkata : “ datangkanlah mereka (semua anak-anakku) kemari! Maka kemudian masuklah semua anak-anaknya, kira-kira 13 orang laki-laki dan diantara mereka belum ada yang baligh (masih anak-anak), ketika Umar bin abdul Aziz melihat mereka, maka berlinanglah kedua air matanya, kemudia beliau berkata : “Wahai anak-anakku, Demi Allah  tidak ada yang mencegahku untuk memberikan yang berhak untuk kalian, dan aku bukan pula orang yang mengambil harta manusia kemudian aku membayarnya untuk kalian, akan tetapi, sesungguhnya diantara kalian akan menjadi dua laki-laki : Jika seandainya shalih maka sesungguhnya Allah akan menjamin orang-orang shalih, dan jikalah (diantara kalian) tidak shalih maka aku tidak ingin meninggalkan sesuatu yang membantunya untuk bermakshiat kepada Allah! Pergilah dariku..

Kemudian pencerita berkata : “Sungguh (dikemudian hari) aku melihat anak-anak nya (Umar bin Abdul Aziz) berinfaq 100 kuda untuk orang-orang yang hendak berjihad fi sabilillah.”(SyiasatusSar’iyyah, Hal 21/ Ibnu Taimiyyah).

 

 

Sasax, 30- Januari 2013 Abu DzurRa’fah AlBatawi.