Doa-doa yang Mustajab berdasarkan tempat dan situasi.

Seseorang yang berbisnis , dia harus mengetahui bisnis atau usaha apa saja yang benar-benar bisa mendatangkan keuntungan yang besar dan pasti, begitupula  seseorang yang berdoa kepada Allah dia harus mengetahui tempat-tempat dan kondisi mana saja yang doanya- insya Allah- menjadi mustajab.

Dan tidak ada yang mengetahui tempat-tempat mustajab itu kecuali orang yang slalu dikabulkan doanya yaitu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan inilah tempat-tempat dan kondisi-kondisi yang mustajab berdasarkan petunjuk dari Mujabuddua’ (orang yang slalu dikabulkan doanya) yaitu Rasulullah Shallallhu ‘alaihi wa sallam.

1-      ketika sujud.

Dari abu hurairah ra, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

” أقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأكْثِرُوا الدُّعَاءَ ”  ( رواه مسلم )

“Yang lebih dekat bagi seorang hamba terhadap tuhannya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah berdoa”(Shahih Muslim:3/29)

2-      pertengahan malam, sepertiga malam terakhir.

Didalam hadits Qudsy, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kita Tabaaraka wa ta’ala turun setiap malam kelangit dunia, ketika sisa sepertiga malam terakhir Allah berfirman, “Barang siapa yang berdoa kepadaku maka aku akan kabulkan doanya, barang siapa yang meminta kepadaku maka aku akan berikan kepadanya dan barang siapa yang meminta ampun kepadaku maka aku akan mengampuninya.”(Shahih Bukhori : 4/315)

3-      antara azan dan iqomah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الدَّعْوَةُ لَا تُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ فَادْعُوا

“Doa diantara azan dan iqomat tidak tertolak, maka berdoalah.”(Musnad Ahmad : 26/365)

4-      waktu tertentu pada hari jumat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

في الجمعة ساعة لا يوافقها مؤمن يصلي يسأل الله فيها خيرا إلا أعطاه إياه

“pada hari jum’at ada suatu waktu yang apabila bertepatan seorang mukmin shalat dan berdoa kepada Allah dengan kebaikan, melainkan Allah akan memberikan (doa) kebaikan itu kepadanya.’(Shahih Bukhori:16/348)

 

5-      doa orang tua, musafir dan terzholimi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ

 Tiga doa yang Mustajab yaitu : doa orang yang dizholimi , doa musafir dan doa orang tua(Ayah/ ibu) terhadap anaknya.”(Sunan abu Daud:4/333, AtTurmudzi 7/133)

6-      ketika bertemu pasukan musuh dan ketika tegak shalat dan hujan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

اطلبوا إجابة الدعاء عند التقاء الجيوش ، و إقامة الصلاة و نزول المطر “

“Carilah terkabulnya doa ketika bertemu dengan pasukan(musuih) dan ketika tegaknya shalat dan turun hujan.”(Diriwayatkan oleh AsSyafi’I didalam kitab Al-Umm 1/223, dishahihkan oleh syeikh Albani dal silsilah shahihah 3/453)

 

Penghalang – penghalang doa

1-      mengkomsumsi makanan, minuman dan barang haram.

Berdasarkan hadits dari Abu Hurairah:

ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

 “ kemudian beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan ada seorang laki-laki yang mengadakan perjalanan jauh, rambutnya kusut berdebu, dia mengangkat kedua tangannya kelangit dan berdoa, “ya Rabb…Ya Rabb…, sedangkan makanannya haram, minumannya haram dan pakaiannya haram dan dia selalu mengkomsumsi yang haram, maka bagaimana doanya bisa di ijabah(kabulkan).”(Shahih Muslim :5/192)

2-      Memutuskan Silaturahmi

لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ

“Senantiasa seorang hamba diijabah doanya selama dia tidak berdoa untuk suatu dosa dan memutuskan silaturrahmi.”(Shahih Muslim 13/277)

Penyebab-penyebab doa di ijabah (Mustajab)

1-      berbakti kepada orang tua.

Di riwayatkan dari usair bin Jarir bahwasannya umar bin Khothob berkata, berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

يَأْتِي عَلَيْكُمْ أُوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ مَعَ أَمْدَادِ أَهْلِ الْيَمَنِ مِنْ مُرَادٍ ثُمَّ مِنْ قَرَنٍ كَانَ بِهِ بَرَصٌ فَبَرَأَ مِنْهُ إِلَّا مَوْضِعَ دِرْهَمٍ لَهُ وَالِدَةٌ هُوَ بِهَا بَرٌّ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ

Akan datang kepada kalian (orang bernama) Uwais bin ‘aamir bersama rombongan penduduk Yaman dari Murad kemudian dari suku Qorn, padanya ada penyakit sopak maka ia sembuh dari penyakit itu kecuali (ada bekas) seukuran dirham, dan dia memiliki seorang ibu, dan dia sangat berbakti kepadanya, jika seandainya dia beroda kepada Allah maka niscaya Allah akan mengijabahnya.”(Shahih Muslim :12/473)

Dan kisah tiga orang yang terperangkap didalam goa, salah satu diantara mereka adalah orang yang sangat berbakti kepada kedua orang tuanya, maka doanya terkabul.(Shahih Bukhori:18/369)

2-      berdoa kepada Allah agar doa-doanya di ijabah dan tidak ditolak.

Sebagaimana doa rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا

“Ya Allah, Aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat dan hati yang tidak khusyu’ dan dari jiwa yang tidak pernah puas dan dari doa yang tidak di ijaba.”(Shahih Muslim : 13/251)

 

3-      mencari tempat- tempat dan keadaan-keadaan yang mustajab ketika berdoa, sebagaimana yang telah di paparkan sebelumnya.

 

Wallahu a’lam

 

Abu DzurRa’fah AlBatawi

 

Marja’ kutubul hadits : Maktabah syamilah