Penyakit yang menyerang para ulama dan Ahli ibadah!

Mungkin anda bingung kenapa seorang ulama dan ahli ibadah bisa terserang penyakit!!?? penyakit ini adalah penyakit yang kronis, dan merupakan  tersembunyi ini adalah tipu daya syetan yang paling besar, tidak ada yang selamat kecuali orang-orang yang didekatkan Allah ‘Azza wa Jalla.

Syahwat tersembunyi adalah sesuatu yang sulit bagi ulama besar untuk menghindarinya, apalagi bagi bagi ahli ibadah yang awwam. Karena penyakit ini kebanyakan menimpa mereka para ulama dan ahli ibadah.

Ketika mereka mampu untuk mengekang syahwat-syahwat mereka dan membawa diri-diri mereka dan untuk sebab-sebab ibadah serta tidak melakukan maksiat-maksiat yang zhohir (tampak) yang dilakukan oleh anggota badan,  maka nafsu (jiwa) ketika itu menjadi tenang dan pengekangan nafsu menjadi nikmat dan menyenangkan ketika makluq(orang-orang) memandang dengan tingginya ilmu dan amalnya.

Sehingga dengan pandangan makhluq kepadanya menjadikannya mudah baginya (nafsu) untuk meninggalakan maksiat-maksiat yang zhohir, karena hatinya sudah senang dengan pujian dan perhatian makhluq kepadanya, sehingga salah seorang dari mereka menyangka dia telah baik ibadahnya dan ikhlash kepada Allah, padahal dia sesungguhnya telah terjangkit penyakit riya dan suka pujian. Wal iyaadzu billah..

Allah Subhaanahu wa Ta’alaa berfirman,

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Itulah negri akhirat yang kami menjadikannya untuk orang-orang yang tidak menginginkan ketinggian/ kesombongan dan berbuat kerusakan dimuka bumi…

(QS:AlQoshos:83)

Oleh karena itu dikatakan penyakit yang terakhir keluar dari orang –orang yang shiddiq adalah cinta kedudukan atau cinta kemasyhuran dan pujian makhluq.

Orang yang mukmin dan taat namun tidak dikenal lebih selamat dari penyakit hati ini.

Nabi Shallallahu ‘alihi wasallambersabda :

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ الْغَنِيَّ الْخَفِيَّ

sesungguhnya Allah menyukai hamba yang bertaqwa kaya dan menyembunyikan(ketaatannya)”(Shohih Muslim :14/215)

Diriwayatkan bahwasannya ibnu mas’ud  radhiyallah ‘anhu apabila ia keluar dari rumahnya, kemudian diikuti oleh sekelompok orang dibelakangnya, beliau berkata kepada mereka, :”kenapa kalian mengikutiku? Pergilah sesungguhnya hal ini merupakan kehinaan bagi orang yang mengikuti dan fitnah bagi orang yang di ikuti!.”

Bahwasannya kholid bin ma’dan Rahimahullah, apabila semakin banyak halaqohnya (orang-orang yang duduk mengelilinginya untuk menuntut ilmu), dia berdiri dan pergi karena ia tidak menyukai kepamoran.

Berkata azZuhri Rahimahullah, kami menganggap zuhud itu mudah kecuali zuhud dengan kedudukan, kami melihat seseorang mampu untuk zuhud dalam makanan, minuman dan harta, namun ketika kami berikan padanya kedudukan, dia memeliharanya dan membiasakannya.

Berkata Ibnu Mas’ud  Radhiyallah ‘anhu : “ jadilah kalian mata air ilmu, lampu-lampu petunjuk…..kalian dikenal oleh penduduk langit dan kalian tersembunyi(asing) bagi penduduk bumi.

Perlu diketahui, bahwasannya mencari ketenaran adalah tercela, namun jika ketenaran itu didapatkan tanpa meminta kepada manusia maka tidaklah tercela, akan tetapi ketenaran itu akan menjadi ftnah bagi orang-orang yang lemah iman dan ilmunya.

Semoga Allah menjaga dan menguatkan kita dan para ulama-ulama kita dari penyakit ini. WallahulMuwaffiq wal Musta’aan.

Nara sumber : Mukhtashor Minhaajul Qhosidin/ Ibnu Qudamah.