Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman : قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa[1314] semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(AzZumar:53) Allah Swt memiliki nama dan indah dan sifat AlGofur ( yang maha pengampun) dan AtTawwab (yang maha pemberi taubat), sevbesar apapun manusia melakukan dosa dan kesalahan, niscaya Allah akan mengampuninya selama nyawa belum sampai ditenggorokan, berdasarkan hadits nabi Saw. Beliau bersabda : إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla menerima taubat seorang hamba selama nyawa belum sampai ditenggorokan,(HR.Tarmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad) Allah AlGoffur sangat senang dengan taubatnya seorang hamba, sebagaimana hadits yang masyhur tentang kisah seorang musafir yang kehilangan unta dan perbekalannya dan tanah yang tandus kemudian dia berputus asa, tiba-tiba dia dapati unta dan perbekalannya berada disisinya. Tapi sayang seribu sayang, sebagian orang yang tidak mengenal akan sifat Allah ini, yaitu AlGhofur dan AtTawwab, sebagian orang tidak mau kembali kepada Allah, sebagian orang yang tidak mau bertaubat kepada Allah, tidak mau mengkui dan menyadari kesalahan-kesalahannya, Sebagian orang tidak mendapatkan Taufiq dan Hidayat untuk bertaubat kepada Allah, karena apa? Ada beberapa alasan seseorang sulit bertaubat : jahl (bodoh) Allah Swt berfirman : قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا (103) الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا “103. Katakanlah: “Apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” 104. Yaitu orang-orang yang Telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. (AlKahfi:103,104) Banyak orang-orang yang melakukan dosa & kesalahan, akan tetapi dia tidak menyadari bahwa dirinya sedang terjatuh didalam dosa dan kesalahan, ada seorang muslim dengan santai dan tenangnya bekerja dengan praktek riba, ada seorang muslimah dengan tenang dan santainya mengubar aurat dan bersolek dan memakai wangi-wangian dikhalayak laki-laki yang bukan muhrimmnya, yang lebih parah lagi ada seorang muslim yang melakukan Amalan bid’ah bahkan syirk akan tetapi dia menganggap hal itu adalah sesuatu ibadah yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, Inna lillahi wa innaa ilaihi Rooji’uun… Ini adalah musibah dia menganggap dirinya benar padahal salah dan sesat, dan kemungkinan besar dia bisa menganggap orang lain salah dan sesat padahal dia benar. karena apa? Karena kebodohan akan syariat islam, jauhnya dia dari AlQur’an dan Sunnah , jauhnya dia dari Taklim-taklim yang mengjarkan AlQur’an dan Sunnah. Sombong Sebagimana yang dikisahkan Allah tentang iblis, yang ia diperintahkan Allah untuk sujud kepada Adam akan tetapi karena rasa sombongnya menghalanginya untuk melaksanakan perintah Allah itu. Allah Swt berfirman : وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ (AlBaqoroh :34) Begitupula fir’aun dan pengikut-pengikutnya karena kesombongannya menghalanginya untuk kemabali kepada Allah.. Allah Swt berfirman : وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ “Dan mereka mengingkarinya Karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.(AnNahl-14) Dan sebagimana terjadi kepada Walid bin Mughirah, salah satu pembesar Qurais yang di hatinya mengetahui kebenaran akan tetapi kesombongannya menghalanginya menerima hidayah, Allah berfirman mengisahkan tentangnya : ثُمَّ أَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَ “23. Kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, (AlMuddattsir:23) Orang yang sombong sulit menerima nasehat orang lain, o4rang yang sombong berat untuk meminta maaf kepada orang lain, meskipun dirinya menyadari kalau ia salah tidak adanya iman orang yang tidak memiliki iman kepada hari Akhir maka akan sulit baginya untuk beratubat dan menyesali kesalahannya karena, baginya hidup hanya skali, baginya tidak akan ada perhitungan, tidak akan ada balasan dan ganjaran atas dosa yang telah ia lakukan. Allah swt berfirman : زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ وَذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: “Memang, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, Kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan.” yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.(AtTaghobun:7) فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8) Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.(AlZalzalah:7,8) Mereka tidak yakin dengan ayat-ayat ini, oleh karena itu bertaubat adalah ciri dari dari seorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.. Syarat-syarat taubat islam, Taubat tidak akan sah dari orang yang kafir, sedang taubatnya orang yang kafir adalah masuk islam terlebih dahulu, berdasarkan firman Allah dalam surat annisaa ayat 18 وليست التوبة للذين يعملون السيئات حتى إذا حضر أحدهم الموتُ . قال إني تُبتُ الآن ولا الذين يموتون وهم كفار …} Dan tidaklah Taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran..(AnNisaa:18) ikhlash Karena Allah Ta,aala barang siapa yang meninggalkan suuatu dosa karena Allah, maka taubatnya adalah benar, akan tetapi barang siapa yang meninggalakannya karena orang lain maka tidak sah taubatnya, dikarenakan Allah tidak akan menerima suatu amalan kecuali yang murni ikhlash karenanya, dikrenakan terkadang seseorang bertaubat dari maksiat karena takut akan aib yang menimpanya. berlepas diri dari maksiat tidaklah mungkin seseorang bertaubat sedangkan ia masih dalam keadaan bermaksiat kepada Allah saat ia berTaubat, maka bagi orang yang bertaubat ia, harus melepaskan cabang-cabang maksiat yang lain, alangkah tidak benarlah sesorang yang bertaubat dari dosa meminum khomer sedangkan dia masih bertransaksi riba. mengenal dan mengakui akan dosanya. tidaklah mungkin seseorang bertaubat pada suatu dosa sedangkan dia tidak menganggap hal itu sebagai dosa. Oleh karena itu tidak sah taubat kecuali mengetahui akan dosa yang diperbuatnya, karena kejahilan seseorang terhadap dosanya menunjukan tidak adanya hidayah terhadap dirinya وقال ابن القيم : ” إن الهداية التامة إلى الصراط المستقيم لا تكون مع الجهل بالذنوب، ولا مع الإصرار عليها، فإن الأول جهل ينافي معرفة الهدى، والثاني : غي ينافي قصده وإرادته، فلذلك لا تصح التوبة إلا من بعد معرفة الذنب والاعتراف به وطلب التخلص من سوء عاقبته أولاً وآخراً ” ا.هـ “sesungguhnya hidayah yang sempurna kepada jalan yang lurus tidak terdapat pada kejahilan akan dosa, oleh karena itu tidak sah taubat kecuali setelah mengetahui dosa tersebut dan mengakui kesalahannya dab menyesal atas dosa menyesal adalah rukun dari rukun-rukun taubat, Rasulullah saw bersabda “النَّدَمُ تَوْبَةٌ “menyesal adalah taubat(HR.Ibnu Majah dan Ahmad) mengembalikan kedzoliman-kedzoliman kepada orang yang pernah dizholimi, haq orang yang dizholimi ada yang berupa materi dan non materi, adapun yang berupa materi adalah seperti perampasan harta, maka wajib bagi orang yang bertaubat untuk mengembalikan harta kepada pemiliknya jikalau harta itu ada atau meminta penghalalan dari mereka, jikalau kedzoliman itu bukan berupa materi, maka orang yang bertaubat harus meminta maaf kepada orang yang dizholimi atau melakukan sesuatu untuk mendapatkan ridhonya. Rasulullah saw bersabda : “من كانت عنده مظلمة لأخيه فليتحلله منها ، فإنه ليس ثم دينار ولا درهم، من قبل أن يؤخذ لأخيه من حسناته، فإن لم يكن له حسنات أخذ من سيئات أخيه فطرحت عليه “ barang siapa yang disisinya terdapat kezholiman terhadap saudaranya(muslim) maka hendaknya dia meminta kehalalan darinya, maka sesungggunya disana (hari perhitungan) tidak akan ada dinar dan tidak pula dirham, sebelum diambil darinya kepaikannya untuk saudarannya(yang dizholimi) , dan apabila tidak terdapat padanya kebaikannya maka diambillah dari dosa-dosa saudaranya (yang dizholimi), kemudian ditimpahkan kepadanya(orng yang menzholimi).(HR.Bukhori ) bertaubat sebelum nyawa dikerongkongan/ sekarat gorgoroh adalah suara orang yang sekarat, dan ini adalah tanda dari kematian Karena ruh telah sampat pada tenggorokan, maka wajib bertaubat sebelum datang dan dekat kematian. Sebagaimana firman Allah Ta’ala : “{ وليست التوبة للذين يعملون السيئات حتى إذا حضر أحدهم الموت قال إني توبتُ الآن ولا الذين يموتون وهم كفار أولئك أعتدنا لهم عذاباً أليماً “ Dan tidaklah Taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. bagi orang-orang itu Telah kami sediakan siksa yang pedih.(QS:AnNisaa:18) Rasulullah saw bersabda : “إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ “ sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawa belum. dikerongkongan”(HR.Tirmidzi, ibnu majah dan ahmad) bertaubat sebelum matahari terbit dari tempat tenggelamnya rasulullah saw bersabda : ومن تاب قبل أن تطلع الشمس من مغربها تاب الله عليه “dan barang siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari tempat tenggelamnya maka Allah akan menerima taubatnya”.(HR.Muslim) Bagi seorang hamba yang jatuh dalam dosa atau maksiat kepada Allah swt, hendaknya dia bertaubat dengan memenuhi syarat diatas agarAllah menerima taubatnya dan mengampuni dosanya, sesungguhnya dialah zat yang maha mengampun lagi maha penyayang.