Dimanakah meletakan tangan ketika I;tidal(berdiri setelah bangkit dari rukuk?

Berkata Syekh Utsaimin Rahimahullah :

ويضع يده اليمنى على ذ راعه اليسرى في هذا القيام لقول سهل بن سعد : (( كان الناس يؤمرون أن يضع الرجل يده اليمنى على ذراعه اليسرى في الصلاة”)) رواه أحمد والبخاري.

وهذا عام يستثنى منه السجود والجلوس والركوع:لأن السجود توضع فيه اليد على الأرض

والجلوس على الفخذين .والركوع على الركبتين.فيبقى القيام الذي قبل الركوع والذي بعده داخلاً في عموم قوله :(في الصلاة)

 “dan meletakan telapak tangan kanan pada pergelangan tangan kiri dalam posisi berdiri ini (Ketika bangkit dari rukuk), berdasarkan riwayat dari sahl bin Sa’ad, “orang-orang diperintahkan untuk meletakan telapak tangan kanan pada pergelangan tangan kiri ketika shalat” (HR. Ahmad dan Bukhori.)

(keterangan meletakan telapak tangan kanan pada pergelangan tangan kiri ketika shalat) ini bersifat umum, berbeda dengan sujud, duduk dan rukuk, dikarenakan sujud tangan diletakan diatas tanah, dan ketika duduk tangan diletakan diatas kedua paha, ketika rukuk tangan diletakkan diatas kedua lutut. Maka yang tersisa adalah posisi keadaan sebelum dan setelah rukuk (berdiri) yang menjadi maksud dalam keumuman hadits ini (Didalam shalat).” (sifat shalat nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam/ Syekh utsaimin)

Kesimpulan :

  1. Hukum asal berdiri dalam shalat adalah meletakan telapak tangan kanan diatas tangan kiri(bersedekap) berdasarkan hadits dari sahl bin sa’ad.
  2. keadan berdiri didalam shalat ada dua keadaan : sebelum rukuk dan sesudah rukuk(I’tidal).
  3. seseorang yang berpendapat dengan melepaskan tangan (tidak bersedekap) ketika I’tidal, meka dia harus mendatangkan dalil tentang hal itu.
  4. jika tidak ada dalil yang menjelaskan bahwasannya I’tidal harus melepaskan tangan(tidak bersedekap), maka harus dikembalikan kepada dalil hukum asal berdiri ketika shalat.

Abu dzurra’fah albatawi.

About these ads